Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

TK Bhakti Ilahi di Perpustakaan Bacabaca

Feb 2011 | frans ari prasetyo

Kunjungan TK Bhakti Ilahi ke Perpustakaan Baca-Baca (frankazoid)

Mungkin sekarang adalah era dimana sekolah formal berafiliasi dengan sekolah informal untuk memberikan nutrisi yang berbeda tapi tetap saling melengkapi dalam meningkatkan pengetahuan dan perkembangan anak-anak. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan sekolah TK Bhakti Ilhahi yang bertempat di daerah Padasuka Bandung untuk mengunjungi perpustakaan baca-baca yang berlokasi tidak jauh dari sekolah tersebut.

Adalah inisiatif dari guru-guru TK Bhakti ilahi untuk mengajak anak-anak didiknya untuk mengenal metode pembelajaran yang berada diluar ruang kelas. setelah melakukan berbagai permainan dihalaman belakang dari perpustakaan baca-baca yang memang cukup luas, anak-anak diperkenalkan kepada sebuah perpustakaan yang tidak lain merupakan tempat koleksi buku-buku yang diperuntukan untuk umum yang bisa dibaca ditempat atau pun dibawa pulang dengan sistem peminjaman.

Anak-anak TK ini sangat antusias untuk memilih buku-buku anak seri bergambar dan komik, hal ini bisa dimaklumi walauoun mereka belum bisa membaca secara lancar tapi insting anak-anak adalah menyukai hal-hal yang berorientasi pada gambar penuh warna-warni. Mereka meminta kepada gurunya atau beberapa orang volunteer di baca-baca untuk menceritakan isi buku yang mereka pilih. Cukup repot juga tapi yang pasti metode-metode pembelajaran sambil bermain seperti ini dengan membawa anak-anak mengenal perpustakaan dan mengenal banyak buku-buku menarik sebgai stimulus positif agar anak-anak lebih banyak membaca, karena dengan membaca mereka tahhu tentang berbagai hal pengetahuan yang nantinya sangat berguna ketika dia dewasa.

Perpustakaan baca-baca sangat merespon kunjungan TK Bhakti ilahi ini dan berharap ada kunjungan dari sekolah-sekolah lain untuk memberikan alternatif bacaan lain yang berbeda dari apa yang mereka dapatkan disekolah formal tetapi dengan konteks yang relevan dan dibutuhka oleh anak-anak tersebut.


Aktivitas di Perpustakaan Baca-Baca (frankazoid)


Mari cinta perpustakaan.......mari cinta membaca.........dan ceriakan selalu !



Sekolah taman : Ber-BLOG ria ditaman Ganesa

feb 2011 | frans ari prasetyo 

Sekolah taman ber-BLOG ria di taman ganesha
Sekolah taman yang digagas oleh Komunitas taman Kota, kali ini diikuti oleh orang-oarang yang selama ini aktif sebagai volunteer dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Taman Kota. Para volunteer ini sekarang secara langsung mempraktekan bagaimana rasanya menjadi murid di Sekolah Taman yang selama ini hanya menjadi fasilitator bagi anak-anak yang sedang beraktivitas dalam kegiatan sekolah taman.

Pemilihan tema "belajar" kali ini adalah bagaimana membuat sebuah BLOG. Karena sekolah kali ini berkaitan dengan penggunaan teknologi internet sebagai media aplikatifnya, maka pemilihan taman Ganesha dirasa cocok untuk memenuhi kebutuhan fasilitas internet tadi. Dari semua taman yang ada dibandung kurang lebih sekitar 600an taman dan hanya 200an yang dirawat oleh pemerintah, tapi hanya ada satu taman saja yang memiliki fasilitas internet melalui layanan hotspot gratis diarea publik, yaitu Taman ganesha. Hal ini bisa dimaklumi, karena taman Ganesha yang dekat dengan kampus ITB dan area mesjid salman yang banyak dikunjungi oleh orang-orang terutama mahasiswa. Internet dewasa ini memang sudah tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari apalagi wilayah akademik yang dimana mahasiswa dan akademisi berkutat didalamnya.

Respon bertaman kali ini yang diusung oleh Komunitas taman Kota, seolah ingin mengingatkan bahwa banyak aktivitas yang bisa dilakukan ditaman. Taman bukan hanya sebagai hiasan dekoratif kota dan sarana rekreasi publik, tapi taman juga bisa dijadikan sarana untuk berbagai aktivitas pembelajaran publik, contohnya dengan sekolah taman dengan tema workshop membuat BLOG.

Pemilihan tema untuk membuat BLOG dirasa penting sekarang ini walau pun terlambat tapi dibanding tidak sama sekali karena berbagai kendala yang dimiliki masing-masing personal. Kehadiran BLOG memberikan ruang alternatif dalam dunia yang berbeda dari dunia nyata untuk berkomunikasi dan mencurahkan berbagai ide,visi dan disheringkan dengan sesama pengguna BLOG untuk di realisasikan di dunia nyata atau sebaliknya semua kejadian, pengalaman dapat didokumentasikan melalui BLOG ini.

Kesempatan yang baik dan langka untuk bisa merespon taman dengan kegiatan ini dan berharap kedepannya dapat membawa dan mengajarkan kepada anak-anak yang selama ini mengikuti kegiatan sekolah taman untuk mengenalkan lebih lanjut tentang teknologi dan perkembangannya melalui internet dan BLOG dan semoga ini menjadi triger yang baik untuk langkah nyata pemerintah atau pihak lainnya untuk menambahkan lebih banyak lagi layanan hotspot diarea-area publik, terutama ditaman-taman.

Sekolah taman ber-BLOG ria di taman ganesha
Sekolah taman ber-BLOG ria di taman ganesha
Sekolah taman ber-BLOG ria di taman ganesha

Pagi hari untuk Norvan "Pecandu Pagi"

23 jan 2011 | frans ari prasetyo

Perjalanan menuju Taman Ganesha dari Padasuka (frankazoid)

Komunitas taman kota dengan agenda sekolah tamannnya tidak bisa dilepaskan dari sosok norvan, karena dia sebagai kepala sekolahnya, karena dia sangat antusias kepada anak-anak terutama kalau melihat karya gambar atau mewarnai yang dilakukan oleh mereka. Oleh karena itu Norvan didaulat untuk membuat sebuah rancangan sekolah taman dengan ide-ide yang segar untuk program anak-anak ditaman, makanya dia menjadi kepala sekolah dari sekolah taman.

Sekolah taman merupakan salah satu gagasan lama yang sudah terealisasi dan kemudian dikembangkan kembali secara matang bersama teman-teman salahsatunya Norvan ketika baca-baca dan komunitas tamna kota masih bertempat di gedung sabuga ITB sekitar tahun 2008an. Hampir setiap pagi sekitar jan 6.30, norvan selalu datang ke baca-baca di sabuga untuk menikmati udara pagi ,karena Gedung sabuga merupakan taman dan area yang sangat nyaman untuk menikmati udara pagi. Taman yang bersih , banyak pohon, luas dan sepi ini menjadi tempat yang sangat nyaman untuk sekedar hang-out dan duduk santai atau pun mencari inspirasi idea.
  
Bermain dan belajar di Sekolah Taman (frankazoid)

Seperti kita ketahui bersama Norvan "si Pecandu pagi " telah pergi meninggalkan dunia ini karena sakit yang telah lama dideritanya. Karena ada perasaan yang kuat untuk mengenang Norvan , maka komunitas taman kota ingin mendedikasikan sekolah taman kali ini untuk Norvan. Sekolah taman yang akan dilakukan dipagi hari bertempat di taman ganesha, seolah ingin mengingatkan tentang sosok Norvan yang sangat menyukai pagi hari makanya dia sisebut Pecandu pagi dan dilakukan ditaman Ganesha ITB yang merupakan salah satu taman favoritnya Norvan yang selalu dia datangi walau pun hanya sebentar sebelum ke Baca-baca di sabuga ITB.  

Acara yang akhirnya disepakati untuk digelar pagi hari di Taman ganesha ITB, seolah menjadi tribute untuk mengenang situasi pagi hari yang biasa Norvan rasakan, mungkin pagi hari menjadi energi bagi Norvan unruk menjalani hari-harinya. Acara yang melibatkan semua teman-teman yang merasa ada keterikatan secara emosional baik langsung maupun tidak langsung mencoba mengapresiasi pagi dengan beragam kegiatan. Acara pagi hari ini yang juga didukung oleh keluarga Norvan melibatkan juga Tobucil dan beragam individu lainnya yang bersedia untuk merespon "pagi" dengan ceria seperti yang biasa Norvan lakukan. Acara yang diisi oleh anak-anak sekolah taman dari padasuka yang bercampur dengan anak-anak yang berada dilingkungan taman melakukan beragam kegiatan mulai dari membaca, menggambar, merajut, membuat video dan photo dokumentasi, persis seperti yang biasa Norvan lakukan.
  
Hang Out dan Workshop Berbagai di Taman (frankazoid)

Selamat Jalan, kawan.........
Sekolah Taman akan terus mengingatmu......
dan berikan setiap hari energi pagi yang biasa kamu rasakan untuk menjadi energi bagi kami dalam menjalani semua aktivitas yang kamu impikan dan semoga kami bisa terus menjalankannya.
Semoga energi itu masih terus ada.

Selamat jalan, Pagi akan selalu merindukanmu.

Temanmu 

Komunitas Taman Kota diUjung Berung

Des 2010 | frans ari prasetyo

"Apa yang didapatkan maka harus diamalkan - Apa yang diperoleh maka harus dibagi ", begitulah kira-kira sebuah petuah bijak yang sering secara sengaja atau pun tidak sengaja terucap dikalangan masyarakat umum. Hal ini coba direspon oleh  beberapa orang volunteer di Komunitas Taman kota untuk berbagi "apapun" dengan komunitas lainnya.

Penyerahan Sumbangan Buku Komunitas Taman Kota kepada  TBM Bukit Indah Pesanggrahan

Komunitas Taman Bacaan di Bukit Indah Pesanggrahan yang dikelola dengan baik oleh ibu-ibu merupakan salah satu partner aktif denganh Komunitas taman kota dalam mengelola perpustakaan/taman bacaannya masing masing,walau pun berbeda lokasi. Komunikasi yang terjalin akibat kesamaan visi dalam menjalankan aktivitasnya.Bukit Indah Pesanggrahan merupakan sebuah kompleks perumahan yang kurang lebih sekitar 100 rumah terletak dikawasan bandung Timur-ujung berung dikaki gunung manglayang. Mayoritas ibu-ibu yang aktif dalam komunitas ini adalah ibu rumah tangga yang beraktifitas dirumah, sedangkan bapak-bapaknya mayoritas pegawai diperusahaan dan pegawai di instansi pemerintahan.

Sebenarnya sudah sekitar 2 tahun bantuan buku-buku tulis dan bacaan yang dijanjikan oleh pemerintah tidak pernah ada, padahal sekitar 2 tahun lalu ada beberapa petugas pemerintah dari dinas pendidikan dan sosial datang ke perpustakaannya dan menjanjikan akan diberikan sumbangan berupa buku bacaan dan buku tulis untuk perpustakaan. Awalnya nama perpustakaan disini bernama Taman Bacaan masyarakat Bukit indah Pasanggrahan, tapi karena menurut petugas dari pemerintah bilang , untuk mendapatkan bantuan harus berubah nama menjadi “yayasan” agar legalitas hukumnya jelas dan tidak merupakan milik perseorangan karena ditakutkan kalau belum berubah menjadi yayasan akan terjadi kesalahan dalam pemberian bantuan,  artinya tidak tepat sasaran dan takut disalahgunakan. Akhirnya Taman Bacaan masyarakat Bukit indah Pasanggrahan berubah menjadi yayasan, tetapi sampai sekarang bantuan dari pemerintah yang di janjikan belum terlaksana.

Yayasan ini bernama yayasan Nur Alif yang membawahi beberapa kegiatan, antara lain Kegiatan PAUD (pendidikan anak Usia Dini), kegiatan sekolah Agama Islam, Kegiatan sekolah Taman anak-anak (TK) sebelum masuk ke Sekolah dasar termasuk Taman Bacaan Bukit Indah Pesanggrahan.Maka ketika Komunitas taman kota memperoleh donasi buku-buku tulis maupun bacaan dari donatur yang berlebih, secara otomatis Komunitas taman kota akan mendistribusikannya kembali kepada komunitas/perpustakaan/taman bacaan atau ruang alternatif lainnya yang berbasis pendidikan untuk anak-anak.
Komunitas Taman kota dengan pengurus TBM di Bukit Indah Pesanggrahan-Ujung Berung

residensi mark salvatus

des 2010 | frans ari prasetyo

mark salvatus in babakan asih 

Mark Salvatus kali ini menjadikan kota Bandung sebagai bagian dari project residensinya. Project yang diinisiasi oleh Asia Network yang bekerjasama dengan Ateneo Art Gallery menghubungkan posisi seniman yang tinggal di Manila-Philipina untuk berkolaborasi dengan seniman yang berada di Bandung-Indonesia. 

Common Rooms yang menjadi fasilitator untuk Mark berkorespondensi dengan para seniman muda di Bandung yang kemudian diharapkan akan terjadi diskusi, kolaborasi dan pameran bersama antar kedia negara ini domanfaatkan secara baik untuk membuka link dan koneksi dalam project residensinya kali ini.

Mark yang dikenal sebagai seniman urban di manila, mencoba membawa partisipasi aktif antar individu untuk berperan aktif dalam projectnya kali ini. Project yang diusung oleh Mark kali ini tentang Underground Artist yang lebih fokus berkaitan dengan seni Grafity atau stensil. Kolaborasi ini diwujudkannya dengan cara berkarya bersama kolektif grafity "mapan dan komersial" yang sudah cukup terkenal diBandung. Mereka akhirnya nge-"bomb" (istilah untuk seorang/kolektif grafity/stensil dalam berkarya) di dinding-dinding rumah penduduk dikawasan padat penduduk didaerah babakan asih. Tempat ini dipilih berdasarkan kedekatan antara commonrooms dan komunitas masyarakatnya disana. Sebelumnya 

Hal ini yang sangat disanyangkan, kenapa mark tidak berkolaborasi dengan seniman grafity atau stensil yang sering beraktivitas secara underground sesuai dengan tujuan awalnya mengadakan residensi di Bandung. Ada beberapa seniman grafity atau stensil yang merangkap sebagai aktivis sosial yang secara kekaryaan sudah pasti berkarya secara Underground dan karyanya berbau kritik sosial yang menjadi flatform nyata dalam pergerakan aktivisme secara underground.

Komunitas Taman Kota : Senjalogi 6

Okt 2010 | frans ari prasetyo

Senjalogi, sebuah trademark yang sudah sukup kuat melekat pada Komunitas Taman Kota. Dimulai dengan senjalogi pertama di Taman jalan bali, yang saya masih ingat adalah project akustik pertama dari band burgerkill dan ini adalah terakhir kalinya ivan manggung dalam senjalogi ini juga ada mocca dan beberapa teman-teman dari berbagai komunitas lainnya yang diajak bergabung untuk mengaktifkan taman-taman dikota bandung sebagai sarana publik.

Tidak terasa sekarang sudah menginjak Senjalogi ke-6, yang menurut Adjo sebagai penggagas acara Senjalogi merrupaka Senjaliogi yang terakhir karena menurutnya Senjalogi sudah cukup dan akan berganti nama dan format untuk acara-acara selanjutnya biar tidak bosan seperti nonton sinetron indonesia.

Senjalogi ke-6 ini diselenggarakan di bacecamp Komunitas Taman Kota-bacabaca di Studio Jeihan daerah Padasuka. Kali ini senjalogi 6 lebih fokus melibatkan anak-anak dari masyarakat disekitar dan ada ibu-ibu dari Bumi pasanggrahan Ujung Berung yang selama ini menjadim pengelola perpustakaan dan taman bermain disana yang menjadi partner Komunitas Taman Kota dalam melaksanakan aktivitasnya berupa sekolah Taman. Kegiatan Senjalogi 6 yang terlihat ekslusif karena yang hadir adalah teman-teman dekat yang selama ini support dalam kegiatan Komunitas taman kota, walaupun sebenarnya acara ini adalah acara terbuka untuk umum, buktinya disosialisasikan dalam media facebook.

Acara yang bersifat kekeluargaan dimana ada ruang bermain dan acara ditutup oleh makan bersama yang merupakan hasil masak dari ibu-ibu di Bumi Pasanggrahan mengisyaraktakn kepada kita semua bahwa setiap kegiatan bisa terlaksana dan harus dilakukan dengan senang gembira tanpa ada paksaan atau kepentingan tertentu sehingga aromanya tetap terjaga.

Selamat tinggal Senjalogi, selamat datang yang BARU ! 
Kami semua tunggu itu...............................


Pikiran Rakyat untuk bacabaca

Nov 2010 | frans ari prasetyo

Komisaris PR memberikan bantuan buku kepada Komunitas Taman Kota  (frans)

Hari ini tanggal 18 Nov 2010, bacabaca kembali mendapatkan hibah buku tulis dari pikiran rakyat. Hibah ini yang secara simbolis diserahkan oleh Komisaris Utama dan dewan Komisaris dari PT PRB (Pikiran rakyat bandung) yang diserahkan oleh Komisaris Utamanya , H.Tb.M.Achyar.

Penyerahan hibah buku tulis ini sebanyak 5000 buku dilakukan oleh pikiran rakyat sebagai bentuk partisipasi dalam ikut membantu menyediakan infrastuktur yang diperlukan dalam kegiatan belajar-mengajar dalam proses mencerdaskan masyarakat.

Bantuan Pikiran rakyat ini  merupakan program CSR (coorporate social responsibility) yang bebeberapa tahun ini sedang booming di Indonesia. Hal ini jelas berkaitan , karena Pikiran rakyat  sebagai penerbit dan media yang memiliki peran penting dalam pendistribusian informasi yang edukatif melalui koran, maka posisi komunitas berbasis pendidikan sebagai fasilitator penyedia pendidikan alternatif dengan membuat perpustakaan untuk publik yang menjadi objek untuk  mereka rangkul sebagai mitra. 

Disini yang penting adanya transformasi informasi yang edukatif dalam bentuk apapun ke semua lapisan masyarakat indonesia khususnya masyarakat dimana komunitas Taman-Kota dan perpustakaan Baca-Baca beraktivitas.

Diskusi tentang Komunitas taman Kota tentang Perpustakaan baca-baca by frans

Lapak Gratis Untuk Merapi

Nov 2010 | frans ari prasetyo

Lapak Gratis di PI (by frankazoid)
Lapak gratis adalah program yang digagas oleh  Komunitas dandelion yang juga didalamnya tergabung teman-teman yang sering "nongkrong" di PI (belakang mall BIP). tanggal 14 nov 2010 adalam moment yang menjadikan area belakang BIP sebagai medan lapak gratis kali ini yang ternyata dibuat cukup berbeda dari kegiatan lapak gratis yang sebelumnya diadakan. 

Sebelumnya program lapak gratis adalah mengumpulkan dan mendistribusikan  sesuatu yang sudah tidak terpakai tapi masih sangat layak pakai untuk diambil secara gratis oleh orang-orang yang memerlukannya, tapi kali ini adalah kegiatan mengumpulkan sesuatu yang masih bisa dipergunakan secara layak untuk didonasikan kepada korban bencana alam Gunung Merapi di Jogyakarta.

Ini merupakan solidaritas teman-teman tanpa ada embel-embel sebuah kepentingan tertentu,sebuah ethic yang atas dasar kemanusian dan etos saling berbagi terhadap sesama manusia. Pengumpulan barang-barang untuk korban merapi ini tidak ada batasan jenis barang dan kuantitasnya, tapi yang penting masih sangat layak pakai dan kebetulan didominasi oleh jenis pakaian baju hangat, bahkan ada yang menymbangkan satu karung jaket dalam kondisi masih baru.

Sekolah Taman di Taman Ganesha

Nov 2010

Sekolah Taman di Taman Ganesha (frans)

Taman ganesha kembali berfungsi sebagai fasilitas publik yang benar-benar diguanakan untuk berkegiatan bersama secara terkoordinir, setelah sebelumnya taman ganesha hanya berfungsi sebagai taman untuk berjalan-jalan bahkan ada yang sampai menggunakannya untuk memancing ikan karena ada kolam cukup besar yang berisi ikan-ikan konsumsi.

Adalah mahasiswa ITB yang tergabung dalam U Green Community membuat acara Rujakota yang berlangsung pada tanggal 6 Nov 2010. Acara yang menampilkan pertunjukan musik ini dan dilengkapi oleh komunitas-komunitas yang diundang oleh panitia termasuk komunitas taman Kota.Setiap komunitas mendapatkan sebuah stan berukuran  3x3meter, tetapi seperti biasa Komunitas taman kota selalu membawa fasilitas untuk melakukan sekolah taman karena memang konsepnya melakukan sekolah taman di taman-taman dan kebetulan ada undangan dari U GREEN community.

Terpal menjadi alas untuk beraktifitas anak-anak , mulai dari membaca buku, menggambar , bermain puzzle dan lain-lain, semua anak anak yang terlibat merupakan masyarakat setempat atau orang-orang yang sedang bermain di taman, anak jalanan dari beragam latar belakang dan asal daerah. ada yang berasal dari suku jawa, sunda, timor, flores, papua sampai dari negara australia pun ada. Anehnya hanya komunitas taman kota yang melakukan kegiatan nyata ditaman dengan melibatkan masyarakat umum terutama anak-naka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan di taman ganesha ini, tapi tidak apa-apa semoga apa yang dilakukan komunitas taman kota menjadi virus yang menular ke komunitas lainnya.

Bermain dengan anak-anak Sekolah Taman (frans)

Mereka semua bermain bersama di area komunitas taman kota tanpa ada ada kepentingan tertentu, tapi memang begitulah seharusnya anak-anak, jangka waktu mereka yang hanya sebentar merasakan fase anak-anak memang harus diisi oleh ilmu pengetahuan yang alamiah tapi dengan dukungan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang melingkupinya. ini menjadi sangat penting dalam media komunikasi dan interaksi agar anak-anak dapat merespon dengan baik keadaan sekitarnya dengan berinteraksi langsung kepada publik dan alam, sehingga menciptakan sebuah analisis imajinatif untuk kemudian terstuktur dan diperdalam dengan pengetahuan dan teknologi yang menuntunnya ke fase perkembangan kehidupannya.

Kita hanya berharap akan lebih banyak lagi orang -orang yang mau menggunakan fasilitas publik seperti taman-taman kota untuk dijadikan medium pembelajaran bagi anak-anak dengan caranya sendiri, yang penting komunikasi massa dan personal tetap terbetuk secara natural dan alamiah.

Berbagi Pengalaman dalam Berkegiatan (frans)


Komunitas Taman Kota di Ujung Berung (Gn.Manglayang)

23 July 2010

Komunitas Taman Bacaan masyarakat di Ujung Berung (frans)

Pada kesempatan kali ini, bukan Baca-baca yang didatangi oleh anak-anak disekitar daerah padasuka untuk beraktivitas di sekolah taman, tetapi baca-baca mendatangi anak-anak ditempat yang berbeda lainnya yang  berupa sebuah perpustakaan dan Taman Bacaan Masyarakat Yasasan Nur Alif di Bukit Indah Pesanggrahan Perumahan BIP RW-13 Ujung Berung Gunung Manglayang Bandung Timur.

Kunjungan kali ini merupakan proses memperluas network antar sesasa komunitas yang berbasis perpustakaan, edukasi dan anak-anak. Kedatangan teman-teman dari Baca-baca selain memperkenalkan beragam program yang akan dilaksanakan disana secara bersama-sama dan kontinue dalam waktu dekat ini ditambah pula meyerahan beberapa buku bacaan untuk perpustakaan dan buku tulis yang dapat dipergunakan dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-harinya, berhubung tempat yang dituju juga merupakan sekolah playgroup berbasis agama Islam karena letaknya didalam lingkungan bangungan sebuah mesjid.

Buku bacaan dan buklu tulis yang diserahkan kepada Taman Bacaan Masyarakat Nur Alif, merupakan sebagian dari hibah yang diteriman oleh Baca-Baca dari program yang diselenggarakan Kompas-Gramedia sekitar 3 minggu lalu. Tujuan dari Baca-baca kesana selain menjalin silaturahmi dengan komunitas sejenis juga akan diupayakan untuk melakukan kegiatan bersama dikemudian hari secara rutin dan hal ini sudah terjadi kesepakatan dengan dimulainya kegiatan bersama yang jadwalnya ditentukan oleh pihak Nur Alif. 

Program yang seyogyanya akan berjalan efektif mulai bulan depan (july 2010) menjadi acuan yang nyata,mandiri, D.I.Y (do it your self) dan komprehensif sebagai kegiatan bersama berbasis komunitas dalam  membangun networknya sendiri yang dilakukan oleh kalangan masyarakat umum dengan beragam perbedaan tanpa ada tendensius apapun dan disusupi oleh kepentingan apapun. Tujuannya sama menjadi masyarakat yang madani, minimal dilingkungan terdekat yang kita kenal dan kita berada didalamnya.

Ini merupakan program 'REAL' yang berjalan tanpa ada faktor 'kepentingan' tertentu yang selama ini banyak diusung oleh beragam komunitas/kelompok. Yang dilakukan disini bersifat mutual satu sama lainnya, tidak ada penghisapan yang berlangsung didalamnya. Semoga hal ini tetap berlangsung dan menular seperti virus 'kreatif' yang melanda kota ini.


Komunitas Taman Bacaan Masyarakat di UjungBerung (frans)


ArtePolis # 3

July 2010 | frans ari prasetyo

Transmediale memberikan sambutan dalam ArtePolis 3 (by frankazoid)

ARTE POLIS seolah telah memiliki image tersendiri dimata publik Bandung. Acara yang merupakan agenda dua tahunan ini telah berlangsung untuk ketiga kalinya. Bertempat di Gedung Merdeka , Museum Konferensi Asia Afrika ini seolah menegaskan bahwa seharusnya Bandung dikenal juga sebagai kota Konferensi bertaraf International. 

Hal ini dibuktikan dengan terselenggaranya Arte Polis#3. Kali ini pelaku kreatif dari berbagai negara  dikumpulkan untuk saling berbagi dan belajar dari pengalaman kreatif pada pemaknaan suatu tempat/ruang publik. Adanya komunikasi yang mutual dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman secara internasional dan lokal berkaitan isu-isu terkini, kasus-kasus best practice dan implikasi kebikjakan dan kolaborasi kreatif pada pemaknaan tempat/ruang tadi.

Terdapat banyak sesi paralel didalamnya mulai dari isu arsitektus, lingkungan, kewirausahaan, senibudaya, media dan IT sampai pengembangan kebijakan yang strategis yang kesemuanya berkaitan satu sama lainnya. Disini diutamakan 'bagaimana kolaborasi kreatif yabng dapat diwujudkan dari elemen-elemen isu diatas untuk mencapai goal yang diinginkan dan ideal bagi masyarakat sipil khususnya.

Di hari terakhir konferensi terdapat sesi dimana teman-teman yang tergabung dalam Expert Meeting termasuk saya  yang bersalngsung dalam prongram yang  berbeda , yaitu Nu Substance diundang untuk memberikan pemaparan hasil selama lima hari dari expert meeting ini . hal ini kemudian dihubungkan karena  memang kebetulan isu yang disampaikan sangat relevan dengan acara Arte Polis ini.

Hasil dari meeting kemudian digulirkan di round table Arte Polis yang kemudian terumus sebuah rujukan yang kemudian dideklarasikan ketika acara penutupan Arte Polis sebagai strategi dan rekomendasi kebijakan dibidang pemanfaatan teknologi bagi pemberdayaan masyarakat sipil dan lingkunga secara berkelanjutan. Dan juga menghasilkan sebuah flatform yang dapat mendukung terjadinya kolaborasi dan kerjasama yang mutual dengan tanpa batas diantara komunitas masyaralat sipil dengan melibatkan beragan disiplin ilmu yang berbeda.

Peserta ArtePolis 3 (by frankazoid)

Peserta ArtePolis 3 (by frankazoid)

Komunitas Taman Kota & Buku 'Hibah' Kompas Gramedia


13 July 2010
Anak-anak Sekolah Taman membaca buku di Perpustakaan baca-baca (frans)



Ini merupakan report dari realiasi pada beberapa hari sebelumnya dimana secara simbolis Gubernur jawa barat di kediamannya memberikan bantuan buku kepada banyak komunitas yang berkaitan dengan edukadi dan perpustakaan termasuk  Komunitas Taman Kota dan Baca-baca. Sekarang penyerahan secara langsung mengenai bantuan fisik  yang diberikan oleh Kompas-Gramedia Group kepada Baca-baca.

Kita semua yang ada di Baca-baca cukup kaget dengan apa yang kia dapatkan, kita semua berfikir karena ini dari kompas-gramedia yang notabene merupakan penerbitan, maka produk yang diberikan berupa buku bacaan. Tetapi  yang datang kali ini tidak cuma buku bacaan yang terdiri dari beberapa dus besar , sekitar 1000 buku dengan kategori bermacam-macam, mulai dari novel, eksiklopedia, komik, majalah, buku pelajaran dan sebagainya. Disini juga dikirim berupa 1 unit sepeda jenisnya mountain bike, 2 unit lemari kaca (knockdown) dan sekitar 20 dus buku tulis yang masing-masing dus berisi 50 buku tulis.

Rencananya buku tulis tersebut akan diberikan kepada anak-anak yang aktif dan mengikuti Program Sekolah Taman yang diselenggarakan oleh komunitas Taman Kota dan Baca-Baca setiap hari minggunya. 

Bantuan Kompas-Gramedia kali ini selain bertepatan dengan Anniversari Kompas ke-45, saya pikir merupakan program CSR (coorporate social responsibility) yang bebeberapa tahun ini sedang booming di Indonesia. Hal ini jelas berkaitan , karena kompas-gramedia sebagai penerbit dan media maka komunitas yang berbasis edukasi dengan perpustakaan untuk publik yang menjadi objek yang mereka rangkul sebagai mitra. 

Bantuan ini pun bisa saja sebagai bagian dari “project CSR" , untuk proses marketing dan promosi secara tidak langsung untuk branding perusahaan. Tapi sudahlah yang penting terjadi transformasi informasi yang edukatif ke semua lapisan masyarakat indonesia khususnya masyarakat dimana komunitas Taman-Kota dan perpustakaan Baca-Baca beraktivitas.


Hibah buku dari Kompas-Gramedia untuk Perpustakaan baca-baca  (frans)